SMAN 1 Haruai Tunjukan Prestasi Melalui Nasi Basi, Bagaimana Bisa??



Dua siswa SMAN 1 Haruai Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Febby Nuradina dan Puji Wahyu mendapat hadiah istimewa dari kemenangan mereka pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat (LKTI) Nasional VII besutan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Predikat juara pertama mengantarkan keduanya pada kesempatan kuliah gratis di UMM.
"Alhamdulillah karya ilmiah dengan judul 'Cairan Fermentasi Nasi Basi sebagai Penggumpal Getah Karet' berhasil membawa SMAN 1 Haruai meraih juara pertama LKTI tingkat Nasional," kata guru pembimbing KIR SMAN 1 Haruai, Amalia Jaina seperti dilansir Antara, Senin (1/8/2016).
Sebelumnya mereka harus menghadapi pertanyaan dewan juri di jajaran UMM masing-masing Pembantu Dekan I UMM Aris Winaya, Dosen Ilmu Teknologi Pangan Warkoyo dan Ketua Jurusan Agroteknologi Ali Ikhwan. Atas prestasi ini kedua siswa SMAN 1 Harui ini mendapat beasiswa gratis masuk kuliah di Fakultas Pertanian UMM.
Sebelumnya karya ilmiah ini dikembangkan oleh Yudiansyah dan Frenky Okta Risaldi dari siswa SMAN 1 Haruai melalui program Adaro Community Based Education (ACBE) yang dilaksanakan Yayasan Adari Bangun Negeri (YABN).(afr)
Sumber: http://news.okezone.com/read/2016/08/01/65/1451683/juara-lomba-karya-tulis-dua-siswa-ini-dapat-beasiswa-kuliah
 Ulasan :

Lomba Tersebut Dilakukan Sudah 2 Tahun yang lalu. Dan dalam expreimen tersebut sudah dapat dubuktikan bahwa Nasi Basi dapat di manfaatkan sebagai Penggumpal Getah Karet.

Menindak lanjuti hal temuan yang sangat bermanfaat tersebut, bagi Masyarakat yang kesehariannya menyadap karet.Temuan tersebut dapat di coba dan di implementasikan dalam kegiatan sehari-hari. Sangat di sayangkan temuan seperti ini tidak di tindak lanjuti oleh Steakholder terkait dan implementasikan oleh para Pekebun karet.
Padahal dengan hal tersebut dapat menjadi sumber alternatif sekaligus mengurangi biaya pengeluaran ketimbang kita beli Pupuk TSP.

Cara membuatnya terbilang mudah, yaitu bahannya hanya menggunakan Nasi basi dan Air Putih biasa. Lalu nasi sekitar 2-5 Kg di taruh di sebuah drum kecil atau Ember lalu di campur dengan Air Putih secukupnya dan di fermentasekan selama 15 Hari. Setelah 15 Hari, baru mulai penyaringan dan ambil airnya saja ya.

 Nasi Basi juga bisa dimanfaatkan sebagai PUPUK Kompos

Tujuan pembuatan pupuk kompos dari nasi basi ini sebenarnya berawal dari banyaknya nasi basi yang ada di dapur dan di halaman belakang. Terlihat kumuh dan kotor, apalagi kalau sudah tercampur dengan air hujan. Jika dibiarkan maka akan tumbuh jamur diantara nasi – nasi basi yang warna dan baunya sungguh tidak enak. Dampak yang lain juga mungkin ada, seperti timbulnya penyakit yang diakibatkan dari nasi basi itu sendiri. Untuk mengatasi masalah dari nasi basi, maka saya coba mempraktekan beberapa teori yang didapat dari buku maupun media online.

Sebelum saya menjelaskan bagaimana cara membuat pupuk dari nasi basi. Akan saya uraikan terlebih dahulu apa saja yang harus dipersiapkan dalam pembuatan pupuk nasi basi ini. Alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan pupuk dari nasi basi ini sangatlah mudah didapat, karena tersedia disekitar kita. Berikut alat dan bahan yang perlu kita persiapkan.

2. MENYIAPKAN ALAT DAN BAHAN

a. Alat
  • Ember digunakan untuk mencampur bahan yang akan diolah
  • Toples atau botol bekas air mineral digunakan untuk wadah penyimpanan
  • Kayu atau sendok plastik yang sudah tidak dipakai digunakan untuk mengaduk bahan yang akan diolah
b. Bahan
  • Nasi basi (bahan pokok dari pembuatan pupuk)
  • Air sumur (jangan menggunakan air PAM atau air yang sudah tercampur dengan bahan kimia)
  • Gula (bisa gula aren atau gula pasir)
c. Takaran bahan
  • Nasi basi 3 – 4 genggam tangan orang dewasa
  • Air ¾ - 1 gayung
  • Gula ½ Kg
Setelah alat dan bahan sudah kita dapat dan kita kumpulkan, maka langkah selanjutnya adalah membuat pupuk dari bahan – bahan tersebut. Dibawah ini saya akan mulai langkah pembuatannya step by step seperti yang telah saya praktekan sebelumnya.

3. LANGKAH PEMBUATAN

a. Memperbanyak kandungan mikroorganisme yang ada didalam nasi basi
Caranya :
  • Taruh nasi basi di dalam wadah. untuk wadah anda bisa menggunakan kardus atau baskom. 
  • Tutup nasi yang sudah disimpan didalam wadah dengan kertas atau daun kering. saat menutup wadah sebaiknya Jangan terlalu rapat, supaya ada sirkulasi udara didalam wadah tersebut.
  • Simpan nasi yang sudah ditaruh di dalam wadah ditempat yang lembab selama 3 – 5 hari sampai tumbuh jamur yang berwarna kekuningan. 
b. Setelah tahap memperbanyak kandungan mikroorganisme selesai, selanjutnya membuat cairan gula.
  • Rebus air sekitar ¾ gayung, kemudian campurkan gula aren atau pasir sampai mencair.
  • setelah gula sudah mencair maka selanjutnya dinginkan cairan gula yang sudah dibuat.
c. Mencampurkan bahan
  • Masukan nasi basi yang sudah tumbuh jamur kedalam ember.
  • Masukan cairan gula yang sudah dingin ke dalam ember yang berisi nasi basi.
  • Aduk sampai merata (sampai nasi benar benar terendam cairan gula).
  • Langkah selanjutnya adalah memasukkan campuran nasi basi dan cairan gula ke dalam botol bekas air mineral atau toples.
  • Kemudian simpan di tempat yang teduh selama 7 hari (jangan sampai terkena sinar matahari langsung)

4. CIRI – CIRI KEBERHASILAN

pupuk cair dari nasi basi berbau tape
pupuk cair dari nasi basi berbau tape
Setelah tahap demi tahap telah dilakukan, maka kita bisa langsung melihat hasil dari pembuatan pupuk nasi basi ini dari ciri – cirinya, yaitu Jika bau yang dihasilkan dari pembuatan pupuk nasi basi ini seperti bau tape, berarti kita sudah berhasil membuatnya. Tetapi jika yang tercium itu bau busuk seperti bau air comberan,  itu berarti kita belum berhasil dalam pembuatan pupuk nasi basi ini. 

Kegagalan yang terjadi menurut pengalaman saya itu karena tutup dari botol yang digunakan untuk wadah penyimpanan hasil akhir kurang rapat. Bisa juga karena tempat penyimpanan botol atau toples tidak sesuai temperaturnya, bisa jadi terlalu panas atau terlalu dingin. 

Maka untuk menanggulangi masalah tersebut. Kita bisa menutup wadah dengan rapat dan disimpan ditempat dengan temperatur sedang. Dari pengalaman saya sendiri, saya menyimpannya di dapur tepat di bawah rak tempat piring. Silahkan anda mengira – ngira sendiri dimana tempat yang tepat untuk penyimpanannya. 

5. PRODUK YANG DIHASILKAN DAN CARA PENGGUNAAN

a. Pupuk cair
- Bisa digunakan langsung sebagai pupuk
Cara penggunaan pupuk cair ini sangatlah mudah. Anda bisa langsung mencampurkan satu botol bekas air mineral ukuran 600 ml dengan satu ember kemudian aduk sampai rata. Setelah dicampurkan bisa langsung digunakan dengan cara menyiram ke akar tanaman yang akan dipupuk. Untuk takaran satu pohon bisa anda kira-kira sendiri, karena tidak ada efek sampingnya jika melebihi batas penggunaan. Pengalaman saya untuk satu batang pohon cabe rawit umur 2 bulan komposisinya sebanyak satu gelas ukuran cangkir kopi atau setara dengan 150 ml.
- Pupuk cair yang dihasilkan bisa juga digunakan sebagai dekomposer atau pengganti nasi basi untuk pembuatan pupuk kompos cair berikutnya. Akan saya jelaskan di artikel berikutnya tentang pembuatan pupuk cair organik menggunakan dekompser nasi basi.
b. Pupuk padat
Pupuk padat dihasilkan dari proses penyaringan pupuk cair (saya sebut ampas), digunakan sebagai kompos. Untuk penggunaan dari pupuk padat ini sangatlah mudah, yaitu dengan cara mencampurkannya ke tanah yang akan dijadikan media penanaman. Semakin banyak bahan nasi basi maka akan semakin banyak pula pupuk padat yang dihasilkan. 

6. MANFAAT YANG DIDAPAT

tanaman cabe umur 4 minggu dengan pupuk buatan sendiri (nampak segar)
tanaman cabe umur 4 minggu dengan pupuk buatan sendiri (nampak segar)
Setelah melewati tahapan pembuatan pupuk nasi basi yang sudah saya lakukan, dapat saya simpulkan sebagai berikut :
a. Mengurangi sampah yang ada didapur maupun di halaman belakang
Dengan berkurangnya sampah organik dari nasi maka dapur menjadi lebih bersih dan sisa nasi tidak terbuang sia-sia.
b. Mengurangi bibit penyakit
Dengan berkurangnya sampah organik dari sisa nasi, maka setidaknya kita bisa mengurangi bibit penyakit yang dihasilkannya. Dan sisa nasi atau nasi basi lebih bermanfaat jika kita bisa mengolahnya.
c. Mengurangi penggunaan pupuk kimia
Point yang terakhir ini jelas, bahwa penggunaan pupuk kimia lambat laun akan merusak kandungan mikroorganisme yang ada di dalamnya dan cenderung merugikan pada saatnya nanti. Mungkin saat ini belum begitu terasa namun bisa kita lihat fakta dilapangan bahwasannya penggunaan pupuk kimia juga mempengaruhi pemanasan global.

Saran yang bisa saya sampaikan disini adalah jika bukan kita yang melakukan, siapa lagi yang akan melakukannya? simple plan for greening, Berkebun itu mengasyikkan :)

7. KESIMPULAN

Sebenarnya masih banyak lagi alat dan bahan yang diperlukan, namun disini saya menyederhanakan seperti yang sudah saya praktekkan. Untuk hasil yang didapat dengan alat dan bahan yang sudah disebutkan di atas sudah saya aplikasikan pada tanaman cabe rawit di halaman belakang rumah saya. Sejauh ini perkembangannya lumayan bagus, karena sudah saya bandingkan tanaman yang saya pupuk menggunakan pupuk buatan saya saya sendiri dengan tanaman yang tidak saya pupuk.

Sumber:http://novibertanam.blogspot.co.id/2016/01/memanfaatkan-nasi-basi-untuk-membuat-pupuk.html 

0 Response to "SMAN 1 Haruai Tunjukan Prestasi Melalui Nasi Basi, Bagaimana Bisa??"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel