Producers Surplus



Author : 
Lulu Rizkia Fajrin

Pada dasarnya setiap aktivitas yang dilakukan dalam operasi perusahaan, baik dalam skala kecil maupun besar adalah untuk mencapai keuntungan yang sebesar-besarnya dengan biaya produksi yang seefisien mungkin. Hal tersebut menjadi dasar pemahaman bagaimana surplus produsen itu terbentuk dari aktivitas-aktifitas produksi yang dapat mempengaruhi harga yang ditetapkan seminimal mungkin agar produsen dapat meraih keuntungan yang maksimum. Sebelum berbicara lebih jauh, kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa itu producers surplus?

Producers  atau yang sering disamakan sebagai penjual merupakan orang yang menjual atau memproduksi barang atau jasa kepada konsumen. Dalam aktivitas pasar tentunya yang dibicarakan merupakan permasalahan-permasalahan ekonomi yang tidak lain salah satunya menyangkut tentang penjualan. Penjualan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh penjual dalam menjual barang atau jasa dengan harapan akan memperoleh laba dari adanya transaksi-transaksi tersebut dan penjualan dapat diartikan sebagai pengalihan atau pemindahan hak kepemilikan suatu barang atau jasa dari pihak penjual ke pihak pembeli (Mulyadi,2008).

Producers surplus artinya berbicara  sisi lain dari pasar, karena akan mempertimbangkan keuntungan yang diperoleh penjual atas kontribusinya di pasar. Yang di sebut dengan producers surplus yaitu ketika besarnya jumlah yang dibayarkan atas barang atau jasa dari konsumen dikurangi dengan biaya produksi yang dikeluarkan. Surplus produsen adalah kelebihan pendapatan yang diterima oleh seorang produsen dari penerimaan harga suatu barang yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang sebenarnya telah dipersiapkan untuk ditawarkan. Berbeda dengan seorang pembeli yang mengharapkan menerima barang dengan harga yang serendah-rendahnya. Karena konsep produsen, semakin tingi harga yang diterima maka semakin tinggi surplus produsen yang diperoleh.

Lebih simplenya surplus produsen adalah ukuran keuntungan yang diperoleh produsen dalam menjual setiap produknya. Maka dengan ini kita dapat mengukur manfaat yang harus diterima seorang penjual atas usahanya dipasar. Producer surplus berkaitan erat dengan kurva penawaran. Ketika harga yang ditawarkan tinggi, semakin banyak objek atau barang yang ditawarkan. Sebaliknya, jika harga yang di tawar sangat rendah, semakin sedikit barang atau jasa yang bersedia ditawarkan. Menghitung surplus produsen dapat dilakukan dengan cara mencari luas daerah dibawah harga dan diatas kurva penawaran. Surplus produsen bernilai maksimal pada titik ekuilibrium dimana kurva penawaran saling berpotongan dengan kurva permintaan. Konsumen akan menerima keuntungan dari harga yang dibayarnya, sementara produsen akan menerima kompensasi dari biaya.

Pengukuran kesejahteraan menggunakan pendekatan teori ekonomi kesejahteraan (welfare Economic), yaitu konsep pengukuran surplus konsumen dan surplus produsen. Perubahan surplus produsen adalah salah satu ukuran perubahan kesejahteraan. Ukuran kesejahteraan produsen dapat dilihat dari pasar input-outputnya, dapat dilihat juga dari sisi profit yang diperoleh, karena dengan pendugaan pada kurva penawaran telah merefleksikan kurva biaya produski marjinal.


  
    Sumber : (Kurva Penawaran) http://pendidikan ekonomi.com

Just, Hueth dan Smit (1982) menyatakan bahwa perubahan harga pada komoditi akan mempengaruhi tingka kesejahteraan produsen dan konsumen komoditi yang bersangkutan. Besarnya surplus produsen dapat diukur dari pengaruh tersebut.

Contoh misalnya Anto adalah produsen Jam Kulit. Dalam memproduksi satu jam kulit, anto menghabiskan biaya sebesar Rp. 500.000,00 Anto menjual jam kulit tersebut dengan harga Rp. 600.000,00 / jam. Dari contoh tersebut bahwa surplus produsen atau keuntungan Anto adalah Rp. 600.000,00 – Rp. 500.000,00 = Rp. 100.000,00.

Ilustrasi lain yang menggambarkan bagaimana surplus produsen itu diperolah. Bayangkan jika Rafi memiliki sebuah rumah, lalu anda berniat untuk mempercantik rumah itu dengan lukisan wallpaper. Kemudian anda datang ke pelukis A, B, C dan D. setiap pelukis bersedia melakukan pekerjaan itu jika telah terjadi kesepakatan harga yang sesuai. Untuk mengerjakan hal itu pastinya ingin mendapatkan harga yang serendah-rendahnya dari 4 orang pelukis tersebut. Setiap pelukis bersedia untuk mengambil pekerjaan itu jika harga yang akan diterimanya melebihi biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan pekerjaan itu. Biaya disini diantaranya, Cat, kuas, dan media lukis lainnya serta nilai jasa pelukis tersebut.  Berikut adalah biaya-biaya yang perlu dikeluarkan oleh si pelukis.

Pelukis A dengan biaya $900
Pelukis B dengan biaya $800
Pelukis C dengan biaya $600
Pelukis D dengan biaya $500

Karna biaya pelukis adalah harga terendah yang akan diterima untuk melakukan pekerjaannya. Sedangakn pelukis akan bersemangat untuk menjual jasanya dengan harga yang lebih besar dari biayanya, jika harga yang ditawarkan lebih besar dari biaya maka akan menolak untuk melakukan pekerjaan itu. Setelah Rafi menawar $600 (atau lebih sedikit, dan dia merupakan satu-satunya penawar yang tersisa) yang bertahan dan dipilih hanya pelukis D, karena hanya si pelukis D yang bersedia untuk melakukan pekerjaan itu dengan materi yang diterima kurang dari $600. Perhatikan bahwa dari kasus tersebut sudah jelas ditujukan kepada pelukis yang dapat melakukan pekerjaan dengan biaya terendah. Pelukis D akan melakukan pekerjaan untuk $500 tetapi mendapatkan $600 untuk melakukannya, lalu pelukis D menerima surplus  $100. 

Surplus produsen juga menjadi salah satu pertimbangan bagi pengambilan kebijakan pemerintah dan perusahaan didalam penetapan harga output dan input. Salah satu contoh dalam kebijakan usaha pertanian, usaha petani padi untuk menjaga agar tetap seimbang. 
Pembebanan harga-harga input dan pembinaan (bagi hasil atau biaya operasional) akan mengakibatkan pembengkakan biaya produksi yang berdamapak langsung terhadap perubahan kesejahteraan petani, demikian pula tekanan harga output dengan serta merta berdampak pada merosotnya kesejahteraan petani. Maka dari itu surplus produsen perlu dipikirkan dari berbagai pihak, agar setiap aktifitas usaha yang dilakukan setiap orang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Berbicara surlus produsen penting sekali bagi siapapun yang terlibat dalam aktivitas produksi dan aktivitas operasi pasar dalam jenis apapun. Namun, dalam pemahaman teori ini diperlukan pemahaman yang berhubungan dengan teori permintaan, teori penawaran, teori biaya produksi dan lain-lain.

Sumber :
Mankiw, N. Gregory.2012.Principles of macroeconomics.Edisi 3.
http://pendidikan.ekonomi.com

0 Response to "Producers Surplus"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel